Tes

Porto

Begitu melihat judul sebuah buku yang terpampang jelas di toko buku bernama Ler Devagar, saya otomatis langsung tersenyum. Geli sendiri, karena merasa seolah - olah Lisbon menyambut saya dengan sangat gembira hingga membuat sebuah buku khusus untuk saya. Mungkin saya akan beneran berpikir begitu jika saja malam sebelumnya saya belum membaca buku yang sama, dengan versi Bahasa Inggris namun memiliki cover yang sama. Buku berwarna hijau lumut tersebut tergeletak di meja kamar yang saya tempati, ditaruh bersamaan dengan beberapa guide book tentang Lisbon. Sepertinya Luisa, host Airbnb saya, merekomendasikan buku tersebut kepada para tamunya. Jadi kalau diterjemahkan ke dalam Bahasa, Poeti di Lisbona artinya adalah Penyair Lisbon. Dan isinya apalagi kalau bukan kumpulan puisi yang ditulis oleh beberapa penyair terkenal di kota ini, termasuk salah satunya adalah Fernando Pessoa. Meskipun isi bukunya bukan tentang kisah perjalanan saya, tapi menjadi inspirasi bagi saya untuk menjadikan judul buku tersebut sebagai judul blog post yang berisi cerita perjalanan saya di Lisbon. Ternyata cocok juga!